Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Tuesday, 18 December 2012

AKU, Si Penikmat Senyummu :)

Unknown
Untuk Penghilang Rasa Lelahku,

Dengan langkah gontai, aku memasuki ruang besar itu. Ruangan dengan cat biru dan dihiasi oleh kaca yang tak tembus pandang. Aku menyeringai santai, duduk diantara siswa-siswi yang sedang sibuk berkonsultasi pelajaran dengan tentor. Wajah serius dan becanda, wajah lelah dan malas, terpampang jelas di ruang itu. Sayangnya, tak ada kamu, tak ada sosok yang kutunggu-tunggu.

Aku memangku dagu, sosokmu tak kunjung muncul. Kulihat hujan mulai menangis manis mengaliri kota Depok. Lalu lintas tak terlihat begitu ramai. Aku mengutak-atik handphone untuk menghilangkan rasa bosan. Aku selalu menunggu sosokmu, walaupun mungkin kau tidak akan pernah sadar kalau aku menunggmu.

Pukul 17.00, sosokmu tak kunjung terlihat. Aku cemas apakah kau akan datang? Apakah usahaku untuk menunggumu akan menyentuh titik bahagia? Ah, bel masuk les berbunyi, aku sementara tak menunggumu. Wajah lelahku dan kantung mataku sulit untuk diajak kompromi. Aku menaiki tangga, menuju lantai tiga, menuju kelas kita. Kelas yang menjadi tempat pertama kali tatapan kita saling beradu. Kelas yang ditakdirkan menjadi tempat pertama kali kita saling tahu. Kala itu jantungku melesat kencang, melupakan detak konstan yang biasa ia kerjakan. Dunia seakan-akan kehilangan gravitasi, saat kau menyebut namamu.

Papan tulis itu terus saja mengejekku, “Kemana seseorang yang menjadi pasokan semangatmu di tempat les ini? Apakah dia bolos lagi? Apakah dia takut pada rintik hujan di luar? Seleramu cetek sekali ya! Wanita seperti itu kau sebut penghilang rasa lelah? Dimana otakmu?” ejek papan tulis, aku enggan menatap dia yang bermulut besar itu. Apa salahnya tetap menunggu seseorang walau dalam ketidakpastian?

Pensil yang melekat dijemariku tak kugunakan untuk mengotori buku tulisku. Dinginnya AC menggelitik lembut kulitku. Aku melamunkan kamu, mungkin memang kau tak akan datang, kau tak akan tunjukkan senyummu buatku. Tapi, tiba-tiba aku tersadar, ada suara ketukan di pintu, aku segera menatap pintu, ada sosokmu berdiri di sana! Dengan nafas terengah-engah, kau mencari-cari posisi yang paling kau sukai untuk duduk. Di sudut bagian depan, kau letakkan tasmu, lalu kau lepaskan rasa lelahmu. Aku yang mulai sibuk menatapmu kini mulai mengembangkan senyum. Selalu ada hasil yang menyenangkan ketika seseorang setia untuk menunggu. Dan, menyenangkan itu adalah kamu, aktris utama yang kutunggu-tunggu kehadirannya.

Dalam pertemuan berkala 2 kali dalam seminggu itu, seringkali kita tak saling bicara, seringkali lidah tak mengucap kata-kata, karena kita hanya melibatkan  mata, untuk saling mengucap, untuk saling mengungkap. Ada detik saat matamu dan mataku saling bertemu, sering kita lakukan itu berkali-kali, semacam isyarat yang tak berani kita ucapkan.

Dari Penikmat Senyummu
yang sesekali diam-diam mengalihkan pandangnnya
ke arahmu
"Kicauan Hati Seorang Pria"

Unknown / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Post a Comment

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib