Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Tuesday, 18 December 2012

Handphone

Unknown
Dinginnya malam
pernah kulewati bersamamu
menjamah suaramu
mendengar tawa renyahmu

Tubuhnya yang tipis
membuatku meringis
pernah juga menangis
karena mendengar ceritamu
sebab tak kunjung kaujawab tanyaku

Aku mengenalmu
karena benda tak bernapas itu
aku mencumbu
cemburu
ngilu
karena mulai mencintaimu

Tak terdengar lagi suara merdumu
yang mengantar tidurku

Dari situ
suaramu mampu getarkan hati
lalu hempaskan harapan mati

Handphone-ku
sudah kubuang
begitu juga bayangmu yang terus menjenjang

Aku bisa mencintaimu
tanpa pernah melihat wajahmu
juga tanpa embel-embel menggenggam jemarimu

Unknown / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Post a Comment

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib