Aku masih ingat satu kata yang mempertemukan kita
Peluk.
Lalu...
kita berbalas sajak
secara maya
Waktu bergelak maju
Jentikan jemarimu selalu kutunggu-tunggu
Seringkali sosokmu terhisap kangen tadi malam
Namun yang kurasa
Ada semacam zat adiktif dalam hadirmu
mengemuka dari kesendirianku
Ada candu!
Namun...
sekali lagi
kamu pasti tak menyadari
Aku hanya ingin tahu
apakah sosokmu sehangat sajakmu?
Ataukah
bibirmu
sehangat layar handphone-ku?
Aku ingin mencicipinya
boleh?
0 komentar:
Post a Comment